Senin, 09 April 2012

Warga Sleman Ahlli Merakit Pesawat Mainan Murah


Mohammad Thoha seorang warga di Sleman, Yogyakarta, mampu membuat berbagai pesawat aero-modelling dari bahan-bahan bekas. Thoha, sampai saat ini sudah menghasilkan ratusan karya pesawat aero-modelling murah, termasuk sebuah pesawat tricopter yang dilengkapi sistem unmanned aerial vehicle seperti halnya pesawat yang biasa digunakan untuk kepentingan riset, survei, atau mata-mata.

Sekilas pesawat itu memang terlihat seperti pesawat terbang sungguhan atau pesawat aero-modelling yang harganya sangat mahal. Namun, jika diperhatikan dengan lebih seksama, pesawat itu hanya sebuah pesawat aero-modelling mainan yang dikendalikan dengan remote control oleh pemiliknya. Bahan yang digunakan pun sungguh sangat sedehana karena bahan tersebut bukanlah bahan-bahan yang berharga mahal. Bahan yang digunakan unuk merakit pesawat mainan tersebut adalah barang-barang bekas seperti styrofoam dan polyfoam. Hal ini pula yang menyebabkan harga pesawat mainan ini jauh lebih murah daripada pesawat serupa keluaran pabrik.

Laar belakang pendidikan Mohammad Thoha hanyalah seorang lulusan STM yang berprofesi sebagai pekerja percetakan. Karena ketekunannya mempelajari teknik aero-modelling melalui berbagai sumber terutama Internet membuatnya mampu merangkai berbagai jenis pesawat.

Pesawat mainan ini tak kalah bia dibandingkan dengan karya orang-orang yang mempelajarinya secara formal. Saat ini sudah ratusan pesawat aero-modelling dihasilkannya hingga ia pun sering diundang berbagai pihak untuk berbagi pengetahuannya tentang hal itu.

Tak hanya itu, ia juga pandai membuat roket air dengan daya luncur yang sangat kuat dan tinggi. Dengan pesawat murah itulah Thoha terus berkeliling di berbagai tempat, dari satu sekolah ke sekolah lain atau dari kampus satu ke kampus lain untuk menyebarkan semangat cinta teknologi dan berkarya di tengah keterbatasan kemampuan pembiayaan.

Sumber : Liputan6.Com

Sabtu, 31 Maret 2012

BBM Tidak Jadi Naik 1 April 2012

Setelah melalui proses yang cukup alot dan panjang (pukul 10 pagi s/d 1 dinihari), akhirnya Sidang Paripurna DPR-RI mengambil Keputusan melalui Voting memilih Opsi 2 dari 2 Opsi yang ditawarkan. Opsi 2 ini memberi kesempatan kepada Pemerintah untuk menaikkan atau menurunkan harga eceran BBM Bersubsidi dalam hal terjadi kenaikan atau penurunan harga minyak mentah Dunia sebesar 15% dalam kurun waktu 6 bulan mendatang (Pasal 7 Ayat 6 dipertahankan, dengan menambah ayat 6a).

Hikmah yang dapat diambil dari Keputusan ini adalah : jaminan bahwa tidak akan terjadi kenaikan harga jual eceran BBM bersubsidi pada tanggal 1 April 2012 sebagaimana direncanakan semula.

Semoga semua pihak bisa menerima keputusan ini dengan Legowo. walaupun belum tentu sesuai dengan keinginan yang mereka harapkan. Agar kondisi Negara ini tetap kondusif dan stabil.

Dari berbagai sumber.

Sabtu, 18 Februari 2012

John Kei Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Polisi menyatakan menangkap John Kei atas kasus pembunuhan Ayung alias Tan Hari Tantono, bos PT Sanex Steel pada akhir Januari lalu. Untuk itu, polisi akan menjerat John menggunakan pasal pembunuhan berencana. Demikian yang terungkap dalam jumpa pers di Markas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Sabtu (18/2) siang.

Ditambahkan polisi, John dan anak buahnya diduga membunuh Ayung lantaran korban tidak membayar honor jasa penagihan utang. Dan, John sendiri akhirnya ditangkap dan tertembak polisi, kemarin malam. Menurut tokoh pemuda asal Maluku ini, dirinya ditembak dari jarak dekat saat ditangkap dan tanpa perlawanan.

Keterangan yang sama juga diberikan adik kandung John, Tito Revra. Dia mengaku bersama John saat penangkapan dan memberikan keterangan yang sama. Karena merasa diperlakukan tidak adil dan penangkapan dinilai menyalahi prosedur, keluarga John melalui kuasa hukum berencana mengadukan kasus ini ke Propam Polda Metro Jaya.

Sementara itu, AF yang ditangkap bersamaan dengan John adalah seorang artis wanita yang ditemukan tengah mengisap shabu. AF yang kini masih diperiksa Direktorat Narkotika Polda Metro Jaya dikenal sebagai aktris tenar di tahun 1980-1990-an dan beberapa kali ikut dalam film-film Warkop DKI.

Sumber : Liputan6.Com

Minggu, 12 Februari 2012

Penyanyi Whitney Houston Tutup Usia

Penyanyi top dunia yang dijuluki ratu musik pop, Whitney Houston, telah meninggal dunia, Sabtu (11/2) waktu setempat di usianya yang genap ke-48. Menurut laporan The Associated Press, Ahad (12/2), juru bicaranya Kristen Foster juga mengonfirmasi kabar tersebut, namun tidak menyebutkan lokasi atau penyebab kematian Houston.

"Sayangnya, kabar ini benar," kata juru bicaranya itu. Kabar ini juga datang bersamaan dengan malam perhelatan ajang penghargaan musik terbesar di dunia, Grammy Awards, yang juga sempat dirajai oleh Hosuton. Mentor lamanya, Clive Davis, juga dikabarkan sempat menunda konser tahunan dan acara makan malamnya pada Sabtu kemarin.

Pada masa kejayaannya, Houston merupakan 'golden girl' di industri musik dunia. Dari pertengahan 1980-an sampai akhir 1990-an, ia menjadi penyanyi terlaris di dunia. Ia juga sangat populer dengan vokal powerful yang tumbuh dari gereja kulit hitam dan akhirnya berhasil memukau dunia.

Kesuksesannya di dunia musik juga membawa dirinya ke dunia perfilman. Ia dengan sukses membintangi film populer "The Bodyguard" dan "Waiting to Exhale". Ia juga menginspirasi banyak penyanyi muda dari Christina Aguilera sampai Mariah Carey, yang pertama kali muncul memiliki kemiripan suara dengan Houston.

http://showbiz.liputan6.com/read/376904/penyanyi-whitney-houston-tutup-usia

Lima Korban Kecelakaan Bus Masih Dirawat di RS PMI

Sebanyak lima orang dari puluhan korban kecelakaan bus Karunia Bakti di Jalan Raya Cisarua-Puncak, Bogor, masih dirawat di RS Palang Merah Indonesia Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/2/2012).

Data RS PMI menyebutkan, kelima korban yang masih dirawat ialah Dede Ridwan (21) dan Atang (32) dari Kabupaten Cianjur, Unang (26) dan Samsudin (37) dari Kabupaten Bogor, dan Sumpena (40) dari Kabupaten Garut.

Ada dua korban yang sempat dirawat tetapi sudah meninggalkan RS PMI, yakni Santi Ayu Lestari (20) dari Jakarta Timur karena dirujuk ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto di Jakarta Pusat, dan Intan (40) juga dari Jakarta Timur yang memilih rawat rumah.

Korban lainnya, yakni empat orang masih dirawat di RS Paru dr Goenawan Partowidigdo, Cisarua, serta sebelas orang dirawat di RS Sentra Medika, Cibinong. Kedua RS itu berada di Kabupaten Bogor.

Seperti diberitakan, kecelakaan bus Karunia Bakti itu menewaskan 14 orang dan melukai setidaknya 40 orang. Kecelakaan terjadi pada Jumat (10/2/2012) malam di Jalan Raya Cisarua-Puncak Kilometer 5.

Sumber : http://megapolitan.kompas.com/read/2012/02/12/10181651/Lima.Korban.Kecelakaan.Bus.Masih.Dirawat.di.RS.PMI