Mohammad Thoha seorang warga di Sleman, Yogyakarta, mampu membuat berbagai pesawat aero-modelling dari bahan-bahan bekas. Thoha, sampai saat ini sudah menghasilkan ratusan karya pesawat aero-modelling murah, termasuk sebuah pesawat tricopter yang dilengkapi sistem unmanned aerial vehicle seperti halnya pesawat yang biasa digunakan untuk kepentingan riset, survei, atau mata-mata.
Sekilas pesawat itu memang terlihat seperti pesawat terbang sungguhan atau pesawat aero-modelling yang harganya sangat mahal. Namun, jika diperhatikan dengan lebih seksama, pesawat itu hanya sebuah pesawat aero-modelling mainan yang dikendalikan dengan remote control oleh pemiliknya. Bahan yang digunakan pun sungguh sangat sedehana karena bahan tersebut bukanlah bahan-bahan yang berharga mahal. Bahan yang digunakan unuk merakit pesawat mainan tersebut adalah barang-barang bekas seperti styrofoam dan polyfoam. Hal ini pula yang menyebabkan harga pesawat mainan ini jauh lebih murah daripada pesawat serupa keluaran pabrik.
Laar belakang pendidikan Mohammad Thoha hanyalah seorang lulusan STM yang berprofesi sebagai pekerja percetakan. Karena ketekunannya mempelajari teknik aero-modelling melalui berbagai sumber terutama Internet membuatnya mampu merangkai berbagai jenis pesawat.
Pesawat mainan ini tak kalah bia dibandingkan dengan karya orang-orang yang mempelajarinya secara formal. Saat ini sudah ratusan pesawat aero-modelling dihasilkannya hingga ia pun sering diundang berbagai pihak untuk berbagi pengetahuannya tentang hal itu.
Tak hanya itu, ia juga pandai membuat roket air dengan daya luncur yang sangat kuat dan tinggi. Dengan pesawat murah itulah Thoha terus berkeliling di berbagai tempat, dari satu sekolah ke sekolah lain atau dari kampus satu ke kampus lain untuk menyebarkan semangat cinta teknologi dan berkarya di tengah keterbatasan kemampuan pembiayaan.
Sumber : Liputan6.Com












